Login

BENTUK BULLYING DAN CARA MENGATASI MASALAH BULLYING DI SEKOLAH DASAR

Vol. 1 No. 04 (2022): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA:

Fuaddilah Ali Sofyan (1), Cherrysa Ariesty Wulandari (2), Levi Lauren Liza (3), Lidia Purnama (4), Rini Wulandari (5), Nabilah Maharani (6)

(1) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
(2) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
(3) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
(4) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
(5) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
(6) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aksi bullying disekolah dasar. Penelitian ini menggunakan penelitian studi kasus yang indentik  untuk mengetahui dan memahami  seseorang lewat praktek yang dilakukan, peneliti akan mengumpulkan individu yang dijadikan sebagai subjek penelitian. Data yang dikumpulkan  dengan teknik wawancara, wawancara ini dilakukan dengan beberapa subjek. Hasil wawancara ini menunjukkan bahwa aksi bullying sering terjadi di sekolah dasar  Bullying ini sifatnya menganggu orang lain karena dampakknya dari perilaku negatif yang kini sedang populer dikalangan masyrakat,aksi ini membuat ketidaknyaman orang lain atau bullying itu sendiri. Bullying memiliki pengaruh yg besar  bagi kehidupan korbannya sampai dewasa. waktu masa sekolah akan mengakibatkan depresi dan  perasaan tidak bahagia buat mengikuti sekolah, sebab dihantui oleh perasaan tidak bahagia untuk mengikuti sekolah, karena dihantui sang perasaan cemas dan  ketakutan. Hal tersebut kemudian akan mempengaruhi prestasi akademik para korbannya. penelitian ini menunjukan bahwa alasan subjek melakukan bullying karena meniru perilaku teman dan meniru perilaku yang ada pada lingkungan sosial dan balas dendam. Faktor yang mempengaruhi perilaku bullying subjek adalah faktor teman sebaya, lingkungan sosial, dan karakter individu pelaku seperti dendam. Bentuk bullying yang dilakukan oleh kedua subjek adalah bullying fisik, verbal, dan psikologis. Bullying fisik yang dilakukan adalah menedang, bullying verbal yang dilakukan adalah mengejek dan mengolok-olok, dan bullying psikologis yang dilakukan adalah memandang sinis. Pikiran dan perasaan subjek sesaat dan setelah melakukan bullying adalah merasa puas atau dengan kata lain subjek merasakan kepuasan tersendiri setelah melakukan bullying. Akibat bullying pada korban yaitu merasa malas untuk pergi ke sekolah, mengganggu konsentrasi belajar di kelas, mempengaruhi nilai akademik di sekolah, merasa sakit hati, dan merasa malu. Selain itu, korban yang mengalami bullying fisik juga merasakan sakit dan meninggalkan luka lebam pada bagian tubuhnya. Tidak adanya sebuah bentuk penyesalan dari subjek karena kurangnya rasa empati pelaku terhadap korban.

References

Abdullah, N. (2013). Meminimalisasi Bullying di Sekolah. Jurnal Magistra. 83, 50-55.

American Psychiatric Association, Diagnostic and Statistical Manual of Mental isorders, Fourth

Andina, E. (2016). Akhiri Mendidik Anak dengan Kekerasan. Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI Diakses dari https://berkas.dpr.go.id pada tanggal 18 Januari 2020

Baharudin, Yusuf Hasan. Linda Dwi Solikhah. (2020). “Pengembangan Media Bimbingan

Cowie, H & Jennifer, D. (2012). New perspectives on bullying. New York: McGraw-Hill.

David Goodwin, Strategi Mengatasi Bullying., 23

David Goodwin, Strategi Mengatasi Bullying., 24-25

https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kreatif/article/download/16506/8397 (diakses pada tanggal 27 november 2022)

https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/10434/05.2%20bab%202.pdf?sequence=6&isAllowed=y (diakses pada tanggal 27 november 2022)

https://smasantuklauswerang.sch.id/read/49/melawan-fenomena-bullying-di-sekolah (diakses pada tanggal 27 november 2022)

Hymel, S., Nickerson, A., dan Sweare, S. (2012). Bullying at School and Online. Education.com

Interaktif Pendidikan Seks Berbasis Literasi Digital Untuk Kelas Atas Skolah Dasar” hal. 188

KPAI. 2014. Kasus Bullying dan Pendidikan Karakter.

Maliki, A.E., Asagwara, C.G., & Ibu, J.E. (2015). Bullying problems among school children. Journal Hum Ecol, 25 (3): 209-213.

Maliki, A.E., Asagwara, C.G., & Ibu, J.E. (2019). Bullying problems among school children. Journal HumEcol, 25 (3): 209-213.

Mudjijanti, M. M. (2012). School Bullying dan peran guru dalam mengatasinya. Krida Rakyat, 2(2).Sekolah hingga SMU. Jakarta: Serambi.

Suryani, Stop Bullying, (Bekasi: Soul Journey, 2016), 49