Login

UPAYA PENGELOLA KELOMPOK BERMAIN DALAM MENEMPUH AKREDITASI LEMBAGA SESUAI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

Vol. 1 No. 02 (2022): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA:

Annisa Widya Fahrani (1), Carlis Purniab (2), Rahma Tuzahra (3), Retno Wulandari (4)

(1) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
(2) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
(3) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
(4) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

Latar belakang masalah penelitian ini adalah kurang dari 5% dari 121.895 lembaga Kelompok  Bermain di Jawa Barat terakreditasi. Hal ini mengidentifikasikan bahwa penyelenggaraan Kelompok Bermain belum sesuai standar nasional pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan upaya dan hambatan pengelola Kelompok Bermain Anak Mulia di Desa Cibogo Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat dalam menempuh akreditasi sebagai upaya untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan sesuai standar nasional pendidikan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kesimpulan penelitian adalah pengelola Kelompok Bermain menunjukan bahwa : (1) pengelola memerlukan upaya yang sungguh-sungguh, dengan mengerahkan sumber daya yang dimiliki, baik tenaga, biaya, waktu, dana dan melakukan mentoring yang intensif kepada sesama lembaga Kelompok Bermain yang telah sukses meraih akreditasi lembaga, dan (2) hambatan yang dialami pengelola adalah keterbatasan kemampuan dalam melakukan pengisian data akreditasi secara daring, kurang tertibnya dalam melakukan pendokumentasian penyelenggaraan Kelompok Bermain, keterbatasan dana operasional lembaga dan belum memahami sepenuhnya isi dari dokumen Standar Nasional Pendidikan. engelolaan program Kelompok Bermain (KB) merupakan usaha bersama untuk mencapai tujuan yang baik serta dapat berguna untuk orang lain. Pengelolaan meliputi hal-hal yang menyangkut penyelenggaraan program mulai dari perencanaan sampai evaluasi kelompok bermain. Program kelompok bermain sekarang ini dirasa penting dalam pembelajaran sebelum memasuki jenjang berikutnya karena anak dapat bereksplorasi sesuai dengan minat karakteristik anak masing-masing. Kelompok Bermain Muslimat NU 14 yang berlokasi di Kecamatan Blimbing Kota Malang yang berjalan selama 7 tahun, namun sudah mengalami banyak perubahan baik positif maupun negatif, oleh karena itu perlu diketahui pengelolaan KB Muslimat NU 14 sebagai wadah pendidikan untuk anak usia dini.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan dalam program Kelompok Bermain yang meliputi 5 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pengorganisasian, tahap pelaksanaan, tahap pengawasan, dan tahap evaluasi program. Pengelolaan tersebut dibagi dalam sumber daya manusia, sarana dan prasarana, pembiayaan, administrasi, dan pembelajaran.Peneliti ingin melaksanakan tahapan penelitian secara mendalam dengan metode penelitian deskriptif yang terarah melalui pendekatan studi kasus tertuju pada pengelolaan program KB pada KB-TK Muslimat NU 14 Polowijen. Alat pengumpul data yang digunakan adalah pedoman wawancara dan analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif yang mendeskripsikan dan menggambarkan pengumpulan data dalam bentuk narasi atau uraian.

References

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia. 2013. Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Kemeterian pendidikan dan Kebudayaan.

Depdiknas. 2013. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 19. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasinal. Fitzsimons, C. 2017. Community Education and Neoliberalism. Switzerland: Springer International Publishing AG.

Helmawati. 2015. Mengenal dan Memahami PAUD. Bandung: Rosda.

Nurhasanah, Windi Miranti, & Retno Wulandari. (2022). Pengelolaan Keuangan Lembaga Kelompok Bermain KB AMALIA. JIMR : Journal Of International Multidisciplinary Research, 1(01 Juni), 58–67. Diambil dari https://azramedia-indonesia.azramediaindonesia.com/index.php/JIMR/article/view/208

Ibrahim, R., dan Syaodih S. N. 2003. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Kathleen, G. 2013. A Community Education Initiative to Improve Using Online Health Information: Participation and Impact. United Kingdom: Informa Healthcare.

Renti, O. 2019. Evaluasi Hasil Akreditasi Lembaga PAUD se-Kota Depok. JECE (Journal of Early Childhood Education). 1(2), 16-28.

Santrock, J. W. 2011. Masa Perkembangan Anak. Jakarta: Salemba Humanika.

Sari, P. 2019. Dampak Akreditasi Terhadap Mutu PAUD di KB Al Amin Desa Sumber Bendo Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Jurnal Tinta, 1 (1), 117-133.

Sofia, L. T. 2013. Formal - Nonformal – Informal Education. Procedia Social and Behavior Science. Science Direct.

Vesi Tri Septiani, Retno wulandari, Esi Maharani, & Alya Zakia. (2022). Pengelolaan Pendirian Kelompok Bermain (KB). JIMR : Journal Of International Multidisciplinary Research, 1(01 Juni), 46–57. Diambil dari https://azramedia-indonesia.azramediaindonesia.com/index.php/JIMR/article/view/207

Wahyuningsih, S., Herlianthy, S. L., Arlina, dan Yamin, F. 2015. Model Strategi ASI dalam Peningkatan Kompetensi Pendidik PAUD Inklusif. Bandung: PP PAUD dan Dikmas Regional 1.

Wijana, W. D., Suminah, E., Numiati, dan Siyantayani, Y. 2010. Kurikulum Pendidikan Anak usia Dini. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.