Eriska Selvia (1), Fuaddilah Ali Sofyan (2)
Penguatan karakter sangat penting bagi anak-anak karena merupakan peletakan pondasi karakter yang mampu membawa anak tumbuh dengan baik di masa depan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam film animasi Bing Bunny. Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif yang menggunakan teknik analisis konten atau isi. Sumber data dalam penelitian ini berupa film animasi bing Bunny yang ditayangkan di platform YouTube. Adapun data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, kalimat dan adegan tokoh. Data yang dikumpulkan dengan teknik simak catat. Objek penelitian yaitu nilai karakter yang terkandung dalam film animasi Bing Bunny episode “kekacauan”. Analisis datanya menggunakan konsep miles dan huberman dengan tiga tahap, yang pertama reduksi data yang meliputi langkah menyeleksi, meringkas dan mengklasifikasikan data. Kedua, penyajian data sesuai dengan klasifikasi fokus penelitian. Ketiga, pembuatan simpulan berdasarkan data yang telah dikumpulkan sesuai dengan fokus penelitian.Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa karakter positif episode kekacauan dalam film animasi Bing Bunny.Adegan ini bisa ditiru oleh anak-anak sebagai bentuk contoh atau teladan yang baik dan layak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.beberapa karakter yang secara dominan dimiliki, Karakter tersebut antara lain: (1) peduli terhadap sesama, (2) kasih sayang, (3) tanggung jawab, (4) kreatif, (5) menghargai.
Anggraini, P. (2017). Citra tokoh perempuan dalam cerita anak Indonesia (sebuah pendekatan kritik feminisme). KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya (e-Journal), 2(1), 67-76.
Cahyaningrum, E. S., Sudaryanti, S., & Purwanto, N. A. (2017). Pengembangan nilai-nilai karakter anak usia dini melalui pembiasaan dan keteladanan. Jurnal Pendidikan Anak, 6(2), 203-213.
Damayanti, E., & Ikawati, A. (2018). Digital media dongeng berbasis animasi untuk pendidikan karakter anak usia dini. In Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) (Vol. 1, No. 1, pp. 310-317).
Eriyanto. (2011). Analisis isi: pengantar metodologi untuk penelitian ilmu Komunikasi dan Ilmu-ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.
Fathurohman, I., Nurcahyo, A. D., & Rondli, W. S. (2014). Film Animasi sebagai media pembelajaran terpadu untuk memacu keaksaraan multibahasa pada siswa Sekolah Dasar. Refleksi Edukatika: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 4(1), 1-7.
Kusmanto, H. (2020). Nilai-nilai pendidikan karakter pada wacana humor kiai. SALINGKA, Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra, 17(1), 29-41.
Maunah, B. (2016). Implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan kepribadian holistik siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 1(1), 90-101.
Melasarianti, L. (2016). Media film animasi bemuatan nilai nilai karakter sebagai uupaya meningkatkan keterambilan bercerita siswa Kelas VII A SMP Negeri Mandiraja Kabupaten Banjernegara tahun ajaran 29018/2019. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 44-59.
Purbarani, Jatining Panglipur, E. L. (2010). Sastra anak sebagai sarana untuk menumbuhkan berbagai karakter di era global. PS PBSI FKIP Universitas Jember, 687-696.
Saraswati, E. (2017). Karakter kepemimpinan dalam Novel Silat Nagabumi karya Seno Gumira Ajidarma sebagai bahan ajar sastra di sekolah menengah. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya (e-Journal), 2(2), 157-165.
Sayekti, O. M. (2019). Film animasi “Nussa dan Rara Episode Baik Itu Mudah” sebagai sarana penanaman karakter pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 8(2), 164-171.
Subadi, I. (2017). Pesan pendidikan karakter pada anak usia sekolah dalam serial film animasi Upin & Ipin Episode “Iqra”. eJournal Ilmu Komunikasi, 5(2), 81-95.
Sudrajat, A. (2011). Mengapa pendidikan karakter?. Jurnal Pendidikan Karakter, 1(1), 1-12.
Wardhani, K. (8-10 November 2010) Peran guru dalam pendidikan karakter menurut konsep pendidikan ki hadjar dewantara. Proceding of The 4th Internasional Conference on Teachers Education: Join Conference UPI&UPSI Bandung.
Windiatmoko, D. U. (2017). Analisis wacana dalam gurindam XII dan nilai pendidikan karakter serta implikasinya sebagai materi ajar sastra. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya (e-Journal), 2(1), 12-22.
Widiyatmaka, J., Edy T.,S.,, Sugeng N., (2013) Nilai pendidikan karakter dalam film sang kiai. Jurnal Mudra. Vol. 34.No. 1. Hlm. 73-79.
Yusuf, Y. (2015). Integrasi pendidikan karakter berbasis qurani dan kearifan lokal Bugis.Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 11(2), 247-264.
Zaeni, M. (2015).Sosok perempuan dalam naskah drama Arifin C. Noer. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya (e-Journal), 1(2), 212-223.