Login

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA KONSUMSI DAUN KELOR BAGI IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WATOPUTE

Vol. 1 No. 02 (2022): JICS : Journal Of International Community Service:

Mika Sugarni (1), Wulan Wulan (2), Wahidah Rohmawati (3), Fitriyanti Musrif (4), Bety Anisa Wulandari (5), Dian Rosmala Lestari (6)

(1) Stikes Karya Persada Muna, Indonesia
(2) Stikes Karya Persada Muna, Indonesia
(3) Stikes Karya Persada Muna, Indonesia
(4) Stikes Karya Persada Muna, Indonesia
(5) Stikes Karya Persada Muna, Indonesia
(6) Stikes Karya Persada Muna, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

Kehamilan merupakan kondisi yang sangat rentan terhadap segala macam ketidaknyaman yang berakibat pada terjadinya perubahan fisiologis maupun fungsi metabolik. Pada kehamilan juga terjadi peningkatan kebutuhan energi dan oksigen. Kekurangan gizi masa kehamilan akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan janin selama kehamilan dengan menyebabkan keterlambatan pertumbuhan fisik, perkembangan motorik, dan gangguan perkembangan kognitif. Menurut data WHO pada periode 2008 sampai dengan 2013 penyebab kematian maternal berturut-turut adalah perdarahan (35%), hipertensi (18%), penyebab tidak langsung (18%), selain penyebab langsung (11%), aborsi dan keguguran (9%), keracunan darah/ sebsis (8%), emboli (1%). Sekitar 25-50% kematian ibu disebabkan masalah yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan dan masa nifas (WHO, 2019). Tujuan pelaksanaan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pentingnya konsumsi daun kelor, meningkatkan pengetahuan ibu terkait jenis nutrisi yang butuhkan selama kehamilan, dan memberikan gambaran dan alternatif solusi untuk dapat memenuhi kebutuhan nutrisi. Hasilnya para peserta kegiatan sangat antusias dengan penyuluhan yang dilakukan karena banyaknya hal baru yang diketahui oleh ibu hamil. Banyak dari perserta yang melakukan diskusi dengan tim pelaksana. Kesimpulan meskipun belum semua perserta menguasai dengan baik materi yang disampaikan namun secara garis besar ibu hamil dapat menangkap dan memberikan feedback kepada tim pemateri.

References

Aminah, S., T. Ramadhan dan M. Yanis. (2015). Kandungan nutrisi dansifat fungsional tanaman kelor (Moringa oleifera). Buletin Pertanian Perkotaan,5(2) : 35-44.

Fitriani, Ajeng Sekti, Fatoni, I., Ningrum, Nining M. (2020). Pengaruh Konsumsi Moringa Oliefera Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Ponkesdes Mojorejo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Penelitian: STIKes Insan Cendekia Medika Jombang.

Hermansyah, Hadju, V., Bahar, Burhanuddin. (2014). Ekstrak Daun Kelor Terhadap Peningkatan Asupan Dan Berat Badan Ibu Hamil Pekerja Sektor Informal. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, Volume 5.

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia : Kesehatan Keluarga. Pusdatin Kemkes https://pusdatin.kemkes.go.id

Kementerian Kesehatan RI. (2021). Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Laporan Kinerja Kementerian Kesehatan Tahun 2020. http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/10/02Buku-KIA-06-10-2015-small.pdf

. Survei Demografi dan Kesehatan Indonersia. Laporan Kinerja Kementerian Kesehatan Tahun 2020. http://p2p.kemkes.go.id/laporan-kinerja/

Misrawati & Marlia. (2021). Pengaruh Pemberian Tepung Daun Kelor Pada Ibu Hamil Terhadap Kadar Malondialdehid (MDA). Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada. URL : https://akper-sandikarsa.e-journal.id/JIKSH, Volume 10| Nomor 1| Juni|2021. e-ISSN: 2654-4563 dan p-ISSN: 2354-6093. DOI:https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i1.507

Suheti, E., Indrayani, T., Carolin, Bunga T.(2020). Perbedaan Pemberian Jus Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dan Kacang Hijau (Vigna Radiata) Terhadap Ibu Hamil Anemia. JAKHKJ Vol. 6, No. 2, 2020. p-ISSN: 2442-501x, e-ISSN: 2541-2892 1

WHO. 2019. Maternal mortality key fact. https://www.who.int/news-room/factsheets/detail/maternal-mortality