Login

KOLABORASI STAKEHOLDER DALAM PENGEMBANGAN KAPASITAS USAHA DALAM MEMAKSIMALKAN POTENSI PETANI NENAS

Vol. 3 No. 01 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka:

Safrin Edy (1), Wa Ode Al Zarliani (2), Muh. Askal Basri (3), Maghfira Pattiha (4)

(1) Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia
(2) Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia
(3) Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia
(4) Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

Budidaya nenas di Indonesia tidak hanya menjadi sektor pertanian strategis tetapi juga memiliki potensi besar dalam pemanfaatan sumber daya alam. Tingginya permintaan pasar terhadap buah nenas memberikan peluang untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor ini. Pengembangan dan klasifikasi usaha budidaya nenas menjadi fokus penting untuk mengoptimalkan potensi yang ada, dan kolaborasi antar berbagai pihak (stakeholder) menjadi kunci utama keberhasilan dalam upaya ini. Pengembangan usaha yang dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Baubau di Balai Pertanian Desa Walambe Nowite, Kabupaten Muna, tetapi juga menciptakan sinergi yang kuat dengan semua stakeholder terkait. Permasalahan yang dihadapi petani di Desa Walambe Nowite, Kabupaten Muna adalah kelimpahan hasil panen nenas yang dijual dalam bentuk segar. Situasi ini menimbulkan risiko pembusukan pada jangka panjang dan menurunkan nilai jual nenas tersebut. Hal ini menciptakan tantangan dalam pemasaran dan keberlanjutan usaha bagi petani di wilayah tersebut. Sehingga diperlukan strategi budidaya dan penanganan pasca panen yang tepat guna untuk memaksimalkan potensi nenas dalam meningkatkan nilai ekonomi petani setempat. Strategi budidaya nenas dengan menerapan sistem tanam tumpangsari nenas dan jagung untuk memaksimalkan lahan secara efisien, menciptakan sinergi antar tanaman, dan meningkatkan produktivitas pertanian secara keseluruhan. Keberhasilan strategi budidaya ini diukur melalui peningkatan hasil panen nenas dan jagung, optimalisasi pemanfaatan lahan, dan perbaikan kondisi lingkungan pertanian. Penanganan pasca panen nenas dengan melakukan proses pengolahan buah nenas menjadi selei dan sirup nenas. Sehingga dapat menghindari pembusukandan juga memberikan peluang baru bagi petani untuk mendiversifikasi pendapatan.

References

Amrullah, A. H. (2020). STUDI TENTANG KEBERLANJUTAN USAHA TANI NENAS MADU DI DESA BELUK KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG. 1–180.

Astoko, E. (2019). KONSEP PENGEMBANGAN AGRIBISNIS NENAS (ANENAS COMOSUS L. MERR.) DI KABUPATEN KEDIRI PROVINSI JAWA TIMUR. Habitat, 30(3), 111–122.

Ashari. (2008). POTENSI LEMBAGA KEUANGAN MIKRO DALAM PENGEMBANGAN LEMBAGA EKONOMI PERDESAAN DAN KEBIJAKAN PENGEMBAGANNYA. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian. Vol 2. No.1

Badan Pusat Satistik Kabupaten Muna. (2022) STATISTIK PRODUKSI TANAMAN HORTOKULTURA KABUPATEN MUNA.

Bank Indonesia Makassar. (2006). SINERGITAS PEMBIAYAAN PENGEMBANGAN UMKM DI SULAWESI SELATAN. Dalam buku perkembangan ekonomi dan keuangan daerah. http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/FBB4C5B8-3944-4E2A-82BC-2.pdf.

Darwis V. & Rusastra I.W. (2011). OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA MELALUI SINERGIPROGRAM PUAP DENGAN DESA MANDIRI PANGAN. Jurnal Analisis Kebiajikan Pertanian Vol 9 No 2 , p 125-142.

Danarti. (2012). PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DI KOTA TERPADU MANDIRI TELANG. Jakarta: Puslitbang Ketransmigrasian.

Dirjen Kementan. (2023). "KEMENTAN DORONG EKSPOR NENAS ASAL BARRU." Diakses dari https://hortikultura.pertanian.go.id/

Erizal, Jamal. (2008). KAJIAN KRITIS TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERDESAAN DI INDONESIA. Jurnal Forum Penelitian Agroekonomi. Vol 26 No 2 , p 92-102.

Ife, Jim & Frank Tesoriero. (2008). COMMUNITY DEVELOPMENT, COMMUNITY-BASED ALTERNATIVES IN THE AGE OF GLOBALISATION. Frenchs Forest, N.S.W: Pearson Education Australia.

Laksmono, Bambang Shergi. (1999). PERMASALAHAN AKSES DALAM PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN, KAJIAN KELEMBAGAAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM IDT DI WILAYAH DKI JAKARTA PADA TAHUN PELAKSANAAN 1994-95. Jakarta : Program Pascasarjana Universitas Indonesia.

Nemes, Gusztáv. (2005). INTEGRATED RURAL DEVELOPMENT: THE CONCEPT AND ITS OPERATION. Budapest : Institute of Economics Hungarian Academy of Sciences.

Nurhayani Lubis; Hardi; Inova Fitri Siregar; Sri Maryanti; Nofrizal. 2022. PKM. PEMANFAATAN KULIT NENAS MENJADI PUPUK KOMPOS. Jurnal Manajemen Pendidikan dan Pelatihan E-ISSN:2598-6449 P-ISSN: 2580-4111. Vol. 6, No. 1, https://repository.unilak.ac.id/2368/1/4.pdf

O'Leary, R., Gazley, B. McGuire M, & Bingham L.B (2009). BLOMGREEN. PUBLIC MANAGERS IN COLLABORATION. IN THE COLLABORATIVE PUBLIC MANAGER: NEW IDEAS FOR THE TWENTY–FIRST CENTURY. (O’Leary R. Bingham, L.B ed) Washington, D.C.: Georgetown University Press.

Rizaty Monavia Ayu. (2021). "NENAS JADI KOMODITAS BUAH UNGGULAN DENGAN VOLUME EKSPOR TERTINGGI." https://databoks.katadata.co.id/datapublish

Salim, T. (2008). PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI PENGOLAHAN DODOL NANAS SEBAGAI KOMPOS DAN APLIKASINYA PADA TANAMAN TOMAT. In Prosiding Seminar Nasional Teknoin.

Sutanto, Agus. (2010). BIOREMEDIASI LIMBAH CAIR NANAS. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Syukri, Muhammad, Sulton Mawardi, dan Akhmadi. (2011). STUDI KUALITATIF DAMPAK PNPM-PERDESAAN TAHUN 2010 DI PROVINSI JAWA TIMUR, SUMATERA BARAT, DAN SULAWESI TENGGARA. Jakarta : Lembaga Peneltian SEMERU