Login

PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA MELALUI PENERAPAN POLA HIDUP SEHAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMALANREA MAKASSAR

Vol. 2 No. 03 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka:

Hasifah Hasifah (1)

(1) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani Hasanuddin, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

Lanjut usia (lansia) merupakan masa dimana orang akan mengalami pada akhirnya nanti. Banyak orang yang dapat menikmati masa tua akan tetapi sedikit pula yang mengalami sakit dan sampai meninggal tanpa dapat menikmati masa tua dengan bahagia. Setiap orang pasti ingin memiliki masa tua yang bahagia tetapi keinginan tidaklah selalu dapat menjadi nyata. Padahal di kehidupan nyata banyak sekali lansia-lansia yang menjadi depresi, stres dan berpenyakitan. Banyak kita temukan lansia yang dikirim di panti jompo dan tidak terurus oleh keluarga dan masalah lainnya. Kesegaran jasmani merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan olahraga. Kesegaran jasmani merupakan unsur utama manusia dalam menjunjung aktivitas sehari-hari. Manusia kadang lupa betapa pentingnya kesehatan apalagi di usia lansia. Dewasa ini manusia melalaikan pentingnya menjaga kesehatan khususnya secara jasmani. Banyaknya kegiatan yang dilakukan sehingga lupa menjaga memelihara dan menjaga kesehatan tubuh. Dilain pihak kurangya pengetahuan dan pemahaman akan pentingnya kesegaran jasmani dan cara hidup sehat apalagi di usia lansia. Oleh sebab itu diperlukan suatu program untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Semakin meningkat derajat kesehatan masyarakat, maka akan semakin tinggi usia harapan hidup. Hal ini menyebabkan akan semakin besar pula populasi lansia. Periode lansia merupakan periode kehidupan yang perlu mendapat perhatian terutama karena periode ini rentan terhadap penyakit degeneratif dan kualitas hidup semakin menurun. Penurunan kualitas hidup ditandai dengan lansia yang tidak dapat melakukan sendiri aktivitas rutin seperti mandi atau memakai pakaian, tidak dapat menikmati aktivitas bersama anggota keluarga, tidak dapat melakukan sosialisasi dengan masyarakat lainnya seperti kegiatan keagamaan atau kegiatan sosial lainnya

References

Abdelbasset, W. K. (2020). STAY HOME: ROLE OF PHYSICAL EXERCISE TRAINING IN ELDERLY INDIVIDUALS’ ABILITY TO FACE THE COVID-19 INFECTION. Journal of Immunology Research, 2(12). https://doi.org/10.1155/2020/83750 96

Adi, S. (2020). MODEL-MODEL EXERCISE DAN AKTIVITAS FISIK (1ST ED.). Jakarta: Wineka Media.

Adriani, M. (2016). PERANAN GIZI DALAM SIKLUS KEHIDUPAN (1ST ED.). Jakarta: Prenadamedia Group.

Ariyanti, R., Preharsini, I. A., & Sipolio, B. W. (2020). EDUKASI KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA LANSIA. To Maega?: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 74. https://doi.org/10.35914/tomaega.v3i2.369

Badan Pusat Statistik. (2020). HASIL SENSUS PENDUDUK 2020 PROVINSI SULAWESI . Diakes pada tanggal 18 Agustus 2021 dari https://sumbar.bps.go.id/pressrelease/2021/01/21/950/hasil-sensus-penduduk2020-provinsi-sumaterabarat.htmlhttps://sumbar.bps.go.id/pressrelease/2021/01/21/950/hasil-sensus penduduk-2020-provinsi-sumatera-barat.htm

Christina, F. A. (2019). HUBUNGAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI USIA PRODUKTIF DI PUSKESMAS BERGAS. Kesehatan Masyarakat, 1–10. http://repository2.unw.ac.id/id/eprint /255

Dewi, S. R. (2016). BUKU AJAR KEPERAWATAN GERONTIK (1st ed.). Yogyakarta: Deepublish.

Ekasari. (2018). MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP LANSIA KONSEP DAN BERBAGAI INTERVENSI (1st ed.). Jakarta: Anggota IKAPI.