Edison Edison (1), Unhaluddin T. Kurniawan (2), Samsaifil Samsaifil (3), Rosmawati T (4)
Perilaku bullying sering kali terjadi apabila seseorang mempunyai kekurangan dalam dirinya, baik secara fisik maupun mental. Dampak bullying bagi remaja berupa kecemasan yang berlebihan, ketakutan, depresi, menurunnya nafsu makan, malu, dan merasa takut untuk bergaul di lingkungan sosial. Upaya peningkatan pemahaman para remaja Desa Lampanairi tentang dampak perilaku bullying serta bagaimana upaya meningkatkan keterampilan remaja berperilaku positif dalam menjalani aktifitas kesehariannya. Metode pelaksanaan kegiatan ini, yaitu melaluimetode ceramah yang dirancang dalam bentuk pemaparan materi anti bullying, menonton video pendek tentang bullying serta diskusi dan tanya jawab.Dalam kegiatan ini pula diselingi dengan kegiatan permainan edukasi (bola berpengaruh) untuk membentuk jejaring sosial sebagai upaya mempengaruhi remaja lainnya untuk ikut berperilaku positif. Melalui kegiatan program anti bullying ini, remaja mendapatkan pengetahuan tentang pencegahan perilaku bullying, mengetahui bentuk dan faktor-faktor yang mempengaruhi bullying, jenis-jenis bullying serta cara melawan bullying agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kondisi psikis. Manfaat pelaksanaan kegiatan ini bagi remaja yaitu bagaimana remaja mampu meningkatkan kemampuan dalam berperilaku positif, sehingga remaja memiliki kepercayaan diri yang tinggi, memiliki perilaku asertif, memiliki perilaku empati, serta memiliki semangat yang tinggi dalam menjalani kehidupan social yang lebih baik.
Aryuni, M. (2017). STRATEGI PENCEGAHAN BULLYING MELALUI PROGRAM SEKOLAH CARE BAGI FASILITATOR SEBAYA (BULLYING PREVENTION STRATEGIES THROUGH THE CARE SCHOOL PROGRAM FOR PEER FACILITATOR). Asian Journal of Environment, History and Heritage, 1(1).
Desvianti, E. (2015). BERMAIN PERAN PROSOSIAL UNTUK MENURUNKAN PERILAKU AGRESIF Siswa Taman Kanak-kanak.
Olweus, D. (1993). ACOSO ESCOLAR,“BULLYING”, EN LAS ESCUELAS: HECHOS E INTERVENCIONES. Centro de Investigación Para La Promoción de La Salud, Universidad de Bergen, Noruega, 2, 1–23.
Rigby, K. (2007). BULLYING IN SCHOOLS: AND WHAT TO DO ABOUT IT. Aust Council for Ed Research.
Tumon, M. B. A. (2014). STUDI DESKRIPTIF PERILAKU BULLYING PADA REMAJA. CALYPTRA, 3(1), 1–17.
Wahyuni, S. (2010). HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP POLA ASUH OTORITER ORANGTUA DAN KEMAMPUAN BEREMPATI DENGAN KECENDERUNGAN BERPERILAKU BULLYING PADA REMAJA.
Yandri, H., Daharnis, D., & Nirwana, H. (2013). PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK PENCEGAHAN BULLYINGDI SEKOLAH. Konselor, 2(1).