Wa Ode Ilsa Riaweni (1), Anas Sutrisno (2), Musliani Musliani (3), Masna Masna (4)
Penelitian ini dilakukan di BUMDES Bersama didesa kapota dimana hasil analisis laporan keuangan dalam bentuk rasio dan perbandingan laporan keuangan untuk dua tahun yaitu 2012 dan 2013 pada BUMDES Bersama. Berdasarkan hasil pembahasan dan penelitian yaitu sebagai berikut : Analisis perbandingan pada laporan laba rugi Bumdes Bersama.Penjualan bersih, beban usaha dan laba usaha demikian juga dengan laba bersih Bumdes Bersama pada 2011 meningkat masing-masing sebesar : 14,54%, 10,88%, 22,84% dan 21,35%. Akan tetapi Piutang usaha, pendapatan yang masih harus diterima dan hutang atau kewajiban lancer pada tahun 2011 mengalami penurunan, yang masing-masing menurun sebesar : 6,51%, 11,53% dan 23,04%. Analisis Rasio Likuiditas Bumdes Bersama tahun 2010 rasio likuiditas yaitu rasio lancar dan rasio cepat masing-masing bernilai : 12,37 dan 10,64, sedangkan pada 2011 meningkat menjadi 17,59 dan 14,26. Maka kemampuan Bumdes Bersama dalam menjamin kewajiban lancarnya mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, sehingga dapat dikatakan kinerja perusahaan ini menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Analisis Rasio Solvabilitas Bumdes Bersama tahun 2010 memiliki rasio solvabilitas yang terdiri dari debt ratio dan DER (debt to Equity ratio) sebesar : 43% dan 76%, dan mengalami penurunan di 2011 menjadi : 40% dan 67%. Semakin rendah atau menurun rasio solvabilitas menggambarkan kinerjanya semakin baik, karena pembiayaan kreditur terhadap total aktiva dan modal perusahaan akan semakin rendah. Rasio Profitabilitas yang diwakili oleh ROA dan ROE pada Bumdes Bersama 2011 meningkat dari pada 2010, dimana rasio ROA dan ROE di 2011 masing-masing bernilai : 6% dan 11%, sedangkan 2011 rasio ROA dan ROE bernilai : 7% dan 12%. Semakin tinggi atau meningkat rasio profitabilitas ini akan semakin baik kinerja perusahaan, artinya kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba atau keuntungan dari aktiva dan ekuitas perusahaan semakin meningkat pula.
Adisasmita, Rahardjo. (2011). PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN DAERAH. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Alexandra, Luksander., Németh Erzsébet & Zsótér Boglárk. (2017). FINANCIAL PERSONALITY TYPES AND ATTITUDES THAT AFFECT FINANCIAL INDEBTEDNESS. International Journal of Social Science and Economic Research, 2(6), 4687-4704.
Mardiasmo. (2002). OTONOMI DAN MANAJEMEN KEUANGAN DAERAH :GOOD GOVERNANCE, DEMOCRATIZATION, LOCAL GOVERNMENT FINANCIAL MANAGEMENT. Edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Andi. Yogyakarta
Humairah, Iklima & Murti Endra. (2018). PENGARUH PENGETAHUAN KEUANGAN, SIKAP KEUANGAN, DAN KEPRIBADIAN TERHADAP PERILAKU MANAJEMEN KEUANGAN PADA PELAKU UMKM SENTRA KERAJINAN BATIK KABUPATEN BANTUL. Jurnal Nominal, 7(1), 96-110
Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 29 tahun 2002 Tentang PEDOMAN PENGURUSAN, PERTANGGUNGJAWABAN DAN PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH SERTA TATA CARA PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH, PELAKSANAAN TATA USAHA KEUANGAN DAERAH DAN PENYUSUNAN PERHITUNGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH
Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang PERIMBANGAN KEUANGAN ANTARA PUSAT DAN DAERAH