Dela Safitri (1), Mukti Mabrur Muzaki (2), Safaruddin Safaruddin (3)
Industri semen merupakan salah satu kegiatan yang kontribusinya terhadap pencemaran udara cukup besar. Batu kapur atau limestone, adalah sedimen yang banyak mengandung organisme laut yang telah mati yang berubah menjadi kalsium karbonat. Kebanyakan batu kapur komersial mengandung oksida besi, alumina,magnesia, silika dan belerang, dengan CaO (22 – 56 %) dan MgO (sekitar 21 %) sebagai komponen utamanya. Di masa dahulu batu kapur dipakai sebagai pengeras tembok, namun dalam industri modern dipakai sebagai bahan pembuat semen. Agar dapat digunakan sebagai campuran pupuk, batu kapur harus dibakar sehingga dihasilkan kapur tohor (CaO). Secara teoritis, pada proses ini diemisikan gas – gas hasil pembakaran seperti NOx, SOx dan CO yang menambah pencemaran udara.
Balai Diklat PT Semen Baturaja. 1999. Proses pembuatan semen di PT.Semen Baturaja. PT. Semen Baturaja : Baturaja
KEP MENLH no. Ke107/ Kabapedalda/ 11/1997 tentang pengaruh indeks standar pencemaran udara untuk setiap parameter pencemaran.
Laporan pelaksanaan RKL dan RPL.2008. Industri semen. PT. Semen Baturaja : I+ 29 hlm
Sowdomo,M.2001.Pencemaran Udara ( Kumpulan karya Ilmiah ). Penerbit
Muhammad Angga Saputra, Rendotian Anugrah, & safaruddin. (2022). MENGHITUNG NILAI EFISIENSI THERMAL PADA ALAT GRATE COOLER PT. SEMEN BATURAJA II (PERSERO) TBK. Jurnal Multidisipliner Bharasumba, 1(03 October), 413–421. Retrieved from https://azramedia-indonesia.azramediaindonesia.com/index.php/bharasumba/article/view/289
ITB. Bandung : xxvii + 247 hlm
Sumakmur , 1984.Higiene Perusahaan Dan Kesehatan Kerja.PT Gunung Agung,Jakarta : v + 320 hlm
Tim Revisi AMDAL .2004.Revisi Analisi Dampak Lingkungan,Kegiatan Pengembangan PT.Semen Baturaja . Baturaja : x + viii3.
Vinsensius Galih Adi Kurniawan. (2022). ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU PASIR BESI DI PT.SEMEN BATURAJA. Jurnal Multidisipliner Kapalamada, 1(03 July), 406–411. Retrieved from https://azramedia-indonesia.azramediaindonesia.com/index.php/Kapalamada/article/view/279