Login

MENYUSUN STRATEGI PEMASARAN KELOMPOK BERMAIN DI ERA NEW NORMAL

Vol. 1 No. 03 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba:

Ade Merly Anggraini (1), Dini Novitasari (2), Sri Wahyuni Oktaria (3), Retno Wulandari (4)

(1) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
(2) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
(3) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
(4) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

Tulisan ini membahas tentang menyusun strategi pemasaran kelompok bermain di era normal. Oleh karena itu pertumbuhan lembaga Kelompok Bermain(KB) dan animo masyarakat yang tinggi masih kurang diikuti oleh manajemen pemasaran yang dilakukan secara profesional. Kegiatan pemasaran tidak hanya harus dilakukan oleh lembaga pendidikan yang baru berdiri, tetapi juga lembaga pendidikan yang sudah lama berdiri atau lembaga pendidikan yang sudah dianggap terkenal sekalipun. Pemasaran juga dapat dijadikan sebagai mekanisme penjelasan dan rasionalisasi suatu penawaran program dengan berbagai keunggulannya. Pemasaran pendidikan merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan pendayagunaan sumber daya yang dilakukan secara efisien dan efektif guna menawarkan jasa pendidikan. Kelompok bermain adalah salah satu bentuk satuan PAUD yang menyelenggarakan program pendidikan dan pengasuhan bagi anak usia 3-4 tahun. Era New Normal adalah perubahan perilaku untuk tetap melakukan aktivitas normal dengan ditambahkan penerapan protokol kesehatan disetiap kegiatan seseorang baik didalam ruangan maupun diluar ruangan guna mencegah terjadinya penulatan virus covid-19. sebabnya Setiap lembaga pendidikan anak usia dini berlomba-lomba menawarkan keunggulannya untuk menarik minat masyarakat. Dibutuhkan koordinasi yang baik antara guru dengan kepala sekolah dalam menciptakan inovasi memasarkan jasa pendidikan. Data dalam artikel ini diperoleh dari buku artikel dan  internet yang berhubungan dengan menyusun strategi pemasaran kelompok bermain di era new normal ini, kemudian data-data ini diolah dengan bahasa sendiri sehingga mendapatkan data-data yang sesuai dengan apa yang sedang dibahas. Hasil dari artikel ini menunjukkan bahwa ada beberapa poin yang berkaitan dengan pemasaran kelompok bermain di era new normal. Artikel ini diharapkan dapat menjadi bahan kajian untuk pembahasan pembahasan selanjutnya mengenai pemasaran kelompok bermain di era new normal.

References

Depdiknas. 2002. Acuan Menu Pembelajaran Pada Kelompok Bermain. Jakarta: Depdiknas Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini

Depdiknas. 2002. Acuan Penyelenggaraan Kelompok Bermain. Jakarta: Depdiknas Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini.

Eca Gengsang Mentari. Mutia Rahayu dkk. 2020. Manajemen Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini. Purwomartani:Hijaz Pustaka Mandiri.

Elytasari, Suvidian. 2017. “Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan Untuk Meningkatkan Kepercayaan”. Institut Agama Islam Ghazali Cilacap Volume, 1 No. 1.

Machali, Imam. 2016. Teori dan Praktik Pengelolaan Sekolah/Madrasah di Indonesia, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Minarti, Sri. 2016. Manajemen Sekolah: Mengelola Lembaga Pendidikan Secara Mandiri, Yogyakarta : Ar-Ruzz Media.

Poerwadarminta, 2006. kamus besar bahasa Indonesia. KBBI: permendikbud.

Silpa Nurjanah, Selly Anggraini, & Retno Wulandari. (2022). Manajemen Kelompok Bermain (Kb) Di Kb Nurul Fadillah Muara Sugih . Jurnal Multidisipliner Kapalamada, 1(02 Juni), 261–268. Retrieved from https://azramediaindonesia.azramediaindonesia.com/index.php/Kapalamada/article/view/182

Suyadi. 2016. Manajemen PAUD Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ulfah, Fari. 2015.Menajemen Paud. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wijaya, David. 2012. Pemasaran jasa Pendidikan: Mengapa Sekolah memerlukan Marketing?, Jakarta: Salemba Empat.

Wijaya, Jenu,2003. Marketing Manajemen Pendekatan Nilai-Nilai Pelanggan, Surabaya: Bayumedia.